Renungan di Hari Ulang Tahun

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah dan bertepatan di tanggal 1 maret 2012 ini telah genap mencapai usia 31 tahun. Usia yang untuk golongan karir pesepakbola masuk ke fase di usia senja. Namun bagaimana fase usia manusia secara islam, berikut ini penjelasannya.

Islam meletakkan garis panduan umur seseorang mengikuti tahap-tahap sebagai berikut :

  1. Mumaiyiz. Tahap dimana seorang kanak2 sudah bisa membedakan baik dan buruk. Dan setiap insan berbeda dari segi umur mumaiyiz na. Mereka ini jika berbuat salah tidak berdosa; jika berbuat baik tiada pahala, ibu dan bapak kita yang menanggungnya sampai umur baligh.
  2. Pemuda. Bermula dari umur baligh hingga umur 40 tahun, namun pada umur ini belum cukup kuat akalnya. Sudah layaklah menanggung amanah; dan menanggung sendiri setiap perbuatannya. Jika ada sikap-sikap buruk di antara umur ini, masih ada ruang untuk berubah sebelum tibanya umur 40 tahun.
  3. Orang Tua. Bermula umur 40 tahun dan ke atas. Ketika seseorang telah dianggap sudah amat matang. Nabi SAW juga menerima wahyu ketika berusia 40 thn, ketika akal manusia sudah stabil dan lengkap. Allah Maha Mengetahui hal keadaan hamba2 ciptaanNya. Jika sesuatu tabiat-tabiat buruk berterusan hingga mencapai usia 40 tahun maka ditakuti dia akan mati dengan tabiat-tabiat buruk itu tanpa dapat mengubahnya lagi. Sebaliknya jika seseorang itu sudah dapat mengubah tabiat2 buruk itu sebelum umur 40 tahun, maka insyaAllah tabiat baik itu akan kekal sampai waktu matinya.

Makna di balik Ulang Tahun

Banyak orang merayakan hari ulang tahunnya dengan pesta-pesta besar dan meriah. Terhanyut dalam gemerlapnya pesta dan perayaan tanpa berpikir mengenai makna dari ulang tahun tersebut. Kalo kita coba renungkan, sebenarnya apa sih makna yang terkandung dalam hari ulang tahun itu?

  1. Bertambahnya pengalaman hidup. Pastinya dengan semakin bertambahnya usia kita, semakin bertambah pula pengalaman hidup kita. Pengalaman yang akan menjadi modal yang berharga untuk kehidupan di masa depan.
  2. Berkurangnya jatah hidup di dunia. Setiap manusia memiliki jatah umur masing-masing yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. semakin bertambah usia kita, berarti semakin dekat kita dengan kematian.
  3. Momen untuk bersyukur. Ideal-nya sih setiap hari bahkan setiap saat kita bersyukur. Namun kadang kita sering lupa kepada-Nya. Oleh karena itu, jadikanlah hari lahir ini sebagai momen untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Dia berikan. Aplikasi dari momen ini bisa kita mulai dengan tidak membiasakan menulis status di facebook, twitter, google+ dan jejaring sosial lainnya yang berisi umpatan, cacian, makian, keluh kesah dan sejenisnya, banyak hal yang bisa kita kita publikasikan dengan hal-hal yang bermanfaat.
  4. Momen untuk muhasabah dan refleksi diri. Yakni merenungi tantang semua yang telah kita perbuat di masa yang lalu dan berusaha untuk memperbaikinya di masa depan.
  5. Momen untuk merefresh proposal hidup. Yakni menata dan memantapkan kembali rencana hidup di masa depan, mempersiapkan diri dan memotivasi diri menjadi pribadi yang lebih baik. (momen ini sesuai dengan rencana penulis untuk segera menikah di tahun ini, insya Allah).

Sikap yang Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun

Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang. Hari yang mengajak untuk melempar jauh ingatan ke belakang, ketika saat ia dilahirkan ke muka bumi, atau ketika masih dalam buaian dan saat-saat masih bermain dengan ceria menikmati masa kecil. Ketika hari itu datang, manusia pun kembali mengangkat jemarinya, untuk menghitung kembali tahun-tahun yang telah dilaluinya di dunia. Ya, hari itu disebut dengan hari ulang tahun.

Nah sekarang, pertanyaan yang hendak kita cari tahu jawabannya adalah: bagaimana sikap yang Islami menghadapi hari ulang tahun?

Jika hari ulang tahun dihadapi dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, atau makan besar, atau syukuran, dan semacamnya maka kita bagi dalam dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, perayaan tersebut dimaksudkan dalam rangka ibadah. Misalnya dimaksudkan sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalam ada doa-doa atau bacaan dzikir-dzikir tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika demikian maka perayaan ini masuk dalam pembicaraan masalah bid’ah. Karena syukur, doa, dzikir, istighfar (pembersihan dosa), adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak paten Allah dan Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]

Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049).

Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا

Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim].

Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.

Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]

Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Bahkan Allah Ta’ala menyebutkan ciri hamba Allah yang sejati (Ibaadurrahman) salah satunya,

والذين لا يشهدون الزور وإذا مروا باللغو مروا كراما

Yaitu orang yang tidak ikut menyaksikan Az Zuur dan bila melewatinya ia berjalan dengan wibawa” [QS. Al Furqan: 72].

Rabi’ bin Anas dan Mujahid menafsirkan Az Zuur pada ayat di atas adalah perayaan milik kaum musyrikin. Sedangkan Ikrimah menafsirkan Az Zuur dengan permainan-permainan yang dilakukan adakan di masa Jahiliyah.

Jika ada yang berkata “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tidak berbahaya jika kita mengikutinya”. Jawabnya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan penganutnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka, ini tercakup dalam ayat,

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” [QS. Al Mujadalah: 22].

Bukankah Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari padanya? Lalu mengapa kita bangsa Islam ini harus mengekor pada tradisi bangsa lain yang jauh lebih rendah? Mungkin jawabannya yang paling jujur adalah kepada hati nurani kita masing-masing.

Sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan. Wallahu’alam.

Rahasia di Balik Ucapan Ulang Tahun

Tidak kita sadari teman-teman, kekuatan sebuah ucapan memiliki banyak makna baik bagi yang menerima maupun yang memberikan ucapan. Meski hanya dengan kata-kata sederhana, sebuah ucapan memiliki manfaat yang cukup dirasakan bagi si penerima ucapan dan si pemberi.

Berikut ini keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah mengucapkan ucapan ‘selamat ulang tahun Teman/sayang’ dalam kondisi normal dan tulus;

1. Wujud perhatian Anda pada seseorang.

Tahukah Anda salah satu tips sedehana namun dijamin ampuh untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang lain di sekitar kita? Caranya adalah dengan memberi perhatian yang cukup terhadap orang tersebut.

Ada banyak cara untuk menunjukkan rasa perhatian kita pada seseorang. Dan salah momen penting yang bisa Anda manfaatkan adalah pada saat orang lain tersebut menyambut hari lahirnya.

Orang-orang yang setelah sekian lama Anda punya hubungan yang cuek dengan mereka soal hari lahir, bisa Anda taklukkan dengan ucapan sederhana, ‘selamat ulang tahun teman/sayang’. Misalnya Anda sudah lama melupakan momen perayaan ulang tahun salah seorang anggota keluarga Anda, cobalah ingat kembali perayaannya, beri hadiah kecil dan sisipkan kata-kata mujarab tadi lewat pesan singkat atau dalam bingkisan Anda.

Ucapan selamat hari lahir merupakan bukti rasa perhatian seseorang kepada orang lain. Ucapan tersebut hendaknya dilandasi dengan niat yang tulus, bukan karena ikut-ikutan atau formalitas semata

2. Mengembalikan keharmonisan hubungan

Suatu ketika adakalanya kita merasakan kegersangan hubungan dengan orang-orang tercinta di sekitar kita seperti pasangan. Kegersangan hubungan tersebut bisa mengantarkan pada keretakan keharmonisan.

Jika ini terjadi, tak ada salahnya Anda memanfaatkan momen perayaan ulang tahun seseorang tersebut untuk memperbaiki hubungan. Ucapkan kata ‘selamat ulang tahun sayang’ dibarengi dengan permintaan maaf yang tulus.

Meskipun Anda tidak bersalah, tak ada salahnya Anda merasa bersalah. Karena hal tersebut tidak akan merendahkan harga diri Anda namun justru sebaliknya. Setelah ucapan sederhana tadi, tunjukkan pula sikap perhatian dan keromantisan hubungan.

Jika tehadap keluarga, ciptakan keceriaan-keceriaan suasana yang dapat melunturkan ketegangan. Manfaatkan momen ulang tahun tersebut untuk mengembalikan keharmonisan, setelah dibuka dengan ucapan sederhana, ‘selamat ulang tahun sayang’.Berbuah pahala

3. Berbuah pahala

Ucapan ‘selamat ulang tahun teman/sayang’ yang dibarengi rasa yang tulus dalam mengucapkannya akan membuat orang yang menerimanya merasa tersanjung dan bahagia.

Terlebih jika ucapan tersebut diiringi dengan doa-doa lain yang bernilai kebaikan. Sikap Anda membahagiakan perasaan orang lain dengan cara yang baik akan berbuah pahala, demikian pula doa-doa Anda pada orang yang sedang merayakan ulang tahun tersebut.

Tak lupa Terima kasih buat semua saudara, teman, sahabat yang telah memberi ucapan ulang tahun di facebook yusril ardi, semoga ucapan dan do’a saudara semua bisa dikabulkan dan kita semua mendapat berkah dan karunia dari Allah SWT, Amin.

Tulisan ini hanya untuk bahan renungan dan sekedar share ilmu untuk merefresh wawasan kita, tidak ada niatan untuk melecehkan, menghina, menyindir, berbuat sara dsb. Terakhir tak ada gading yang tak retak dan penulis juga manusia, mohon maaf atas segala kekhilafan.

Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yusril Ardi. (dirangkum dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: